Dalam upaya membekali para santri dengan wawasan media digital secara kreatif dan edukatif, Pondok Modern Al-Barokah kembali menggelar kegiatan inspiratif bertajuk “Student’s Upgrading Skill: Seminar Sinematografi”. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, Rabu (19/10) hingga Jum’at (24/10).
Seminar berlangsung dengan intens dan berisi kegiatan padat, menggabungkan pembelajaran teori dengan praktik langsung. Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, kegiatan ini memberikan manfaat ganda. Yaitu, memperluas wawasan santri tentang sinematografi sekaligus menumbuhkan semangat mereka untuk berkarya dan berdakwah melalui media.
Sambutan Kiai: Santri dan Peran di Era Digital
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Modern Al-Barokah, Kiai Muhammad Rizqy Nawwari, M.A., menegaskan pentingnya peran santri di era digital. Beliau menyampaikan bahwa di zaman modern ini, santri harus melek teknologi dan media. “Santri perlu menguasai media agar suara dan dakwah mereka tidak hanya terdengar di masjid atau majelis ilmu, tetapi juga melalui media sosial, film, dan dokumenter.” Ujarnya.
Beliau menambahkan, saat ini dunia perfilman Indonesia tengah berkembang pesat, dan santri perlu mengambil peran dalam perubahan tersebut. Perfilman, menurutnya, dapat menjadi bagian dari pendidikan yang menanamkan nilai akhlak dan keislaman. Karena itu, dibutuhkan santri yang memiliki kapabilitas dan keahlian di bidang tersebut agar mampu memberikan warna positif dalam dunia media.
Seminar Sinematografi ini menghadirkan Ustadz Hanief Jerry, M.Sn, sebagai narasumber pertama. Seorang praktisi dan akademisi di bidang seni media serta dosen sinematografi di salah satu perguruan tinggi ternama. Banyak kalangan mengenal beliau sebagai sosok aktif dalam berbagai proyek film edukatif dan produksi konten kreatif berbasis nilai keislaman.
Dalam materinya, Ustadz Hanief Jerry, M.Sn, memaparkan teknik dasar sinematografi yang efektif, mulai dari pengenalan angle kamera, vidiografi, hingga cara membangun alur visual yang komunikatif. Beliau menekankan tentang pentingnya bahasa visual dalam film. “Film itu adalah bahasa gambar. Kalau di film banyak dialognya justru salah. Bagaimana caranya tanpa dialog penonton bisa paham (apa yang ingin disampaikan),” ungkapnya.
Film sebagai Sarana Dakwah Kreatif
Sementara itu, narasumber kedua, Ustadz Ade Candra, S.Th.I., menyoroti aspek nilai dan pesan dakwah dalam karya sinematografi. Beliau menjelaskan bahwa film bukan hanya media hiburan, tetapi juga sarana penyampaian nilai moral dan spiritual.
“Santri bisa berdakwah dengan cara yang kreatif. Lewat film, pesan kebaikan bisa sampai ke hati masyarakat tanpa harus banyak berkata-kata,” tuturnya.
Pelatihan Lanjutan: Produksi Film dan Desain Media
Pondok Modern Al-Barokah mengkhususkan kegiatan ini bagi para guru dan santri yang aktif di bidang seni film dan multimedia. Dua hari setelah seminar, peserta mengikuti pelatihan lanjutan berupa praktik produksi film secara langsung.
Dalam sesi ini, para peserta belajar secara menyeluruh mulai dari penyusunan skenario, pengambilan video, proses editing, hingga tahap evaluasi karya. Kegiatan berlangsung intens dan kolaboratif, memberikan pengalaman nyata bagi para peserta untuk memahami proses produksi film dari awal hingga akhir.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran tambahan tentang desain feed Instagram bersama Ustadz Ade Candra, S.Th.I. Materi ini bertujuan memperkuat kemampuan santri dan guru dalam mengelola media sosial secara kreatif dan profesional, agar pesan dakwah dan karya pondok dapat tersampaikan lebih luas di dunia digital.



