Apel Pelaksanaan Ujian Tahriri Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026

Published on

Penulis

Share Article

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Nganjuk, 31 Mei 2026 – Pondok Modern Al-Barokah Nganjuk resmi membuka pelaksanaan Ujian Tahriri Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 melalui apel pembukaan yang digelar pada Minggu pagi (31/5). Apel tersebut menandai dimulainya masa evaluasi akademik yang akan mengukur capaian belajar para santri selama satu semester terakhir.

Semangat Belajar Menjelang Ujian

Sejak selepas salat Subuh, para santri tampak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian. Mereka memenuhi berbagai sudut pondok, mulai dari teras kamar, serambi masjid, hingga lapangan, untuk mengulang hafalan, memurajaah pelajaran, dan berdiskusi bersama teman-teman mereka. Suara bacaan dan tanya jawab pelajaran terdengar bersahut-sahutan, menciptakan suasana belajar yang hidup dan penuh semangat.

Antusiasme para santri terlihat begitu kuat dalam menyambut ujian yang menjadi salah satu agenda akademik terpenting setiap semester. Jika pada hari-hari biasa waktu selepas Subuh santri memanfaatkan waktunya untuk berolahraga atau bermain, kini para santri lebih memilih membawa buku dan catatan ke mana pun mereka pergi. Seluruh perhatian mereka tercurah untuk belajar dan memperkuat pemahaman materi sebagai bekal menghadapi rangkaian ujian yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Memaknai Ujian dengan Syukur & Kesungguhan

K. M. Rizqy Nawwari, M.A. sebagai Direktur KMI memimpin langsung apel pembukaan Ujian Tahriri Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026. Dalam amanatnya, beliau mengawali dengan mengutip kandungan Surah Al-Fajr ayat 15–16:

“Fa ammāl-insānu iżā mabtalāhu rabbuhū fa akramahū wa na”amahū fa yaqūlu rabbī akraman. Wa ammā iżā mabtalāhu faqadara ‘alaihi rizqahū fa yaqūlu rabbī ahānan.”

“Banyak orang mengira rezeki hanya berupa harta, jabatan, dan angka-angka. Ketika mendapatkannya, ia merasa dimuliakan Allah. Namun saat rezekinya dicukupkan sesuai kebutuhannya, ia merasa dihinakan. Padahal keduanya adalah ujian,” tegas K. M. Rizqy Nawwari, M.A.

Melalui ayat tersebut, beliau mengingatkan para santri agar tidak terjebak dalam pola pikir materialistis. Menilai keberhasilan semata-mata dari harta, jabatan, nilai akademik, atau pencapaian duniawi lainnya. Allah menghadirkan kelapangan maupun kesempitan sebagai bentuk ujian agar manusia menyikapinya dengan rasa syukur, kesabaran, dan kesadaran bahwa seluruh perjalanan hidup merupakan proses ibadah kepada-Nya.

Beliau juga menegaskan bahwa seluruh elemen pondok sedang menjalani ujian sesuai perannya masing-masing. Santri melaksanakan ujian dengan belajar dan kedisiplinannya, guru pula mengikuti ujian dengan pengabdiannya, sementara lembaga pondok melalui ujian dengan amanah besar dalam mendidik generasi penerus umat. Karena itu, para santri harus menjalani ujian dengan penuh kesungguhan. Tidaklah ada keberhasilan yang dapat tanpa sebuah perjuangan, sebagaimana tidak ada kenaikan tingkat tanpa proses belajar dan pengorbanan.

Membangun “Darah Biru” Melalui Perjuangan

Dalam kesempatan tersebut, beliau kembali mengingatkan salah satu nilai perjuangan warisan pendiri pondok K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, Lc., M.A., yakni konsep “Darah Biru”. Namun, konsep “Darah Biru” tidak merujuk pada kemuliaan yang berasal dari keturunan atau status keluarga. Sebaliknya, seseorang membangun kemuliaan itu melalui mujahadah, kerja keras, keikhlasan, dan totalitas dalam berjuang.

“Darah biru bukanlah warisan yang otomatis dimiliki seseorang karena garis keturunan. Darah biru adalah hasil dari perjuangan, kesungguhan, wirid, dan doa yang terus-menerus dilakukan,”

K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, Lc., M.A

Beliau juga mendorong para santri untuk menjadi pribadi yang aktif dan dinamis. Santri tidak boleh hanya menunggu arahan atau dorongan dari orang lain, melainkan harus memiliki inisiatif untuk bergerak, berkembang, dan mengambil bagian dalam proses menuju kesuksesan.

Menutup amanatnya, beliau berharap Ujian Tahriri Semester Genap tahun ini tidak hanya mengasah kemampuan berpikir para santri, tetapi juga membentuk kekuatan jiwa, keikhlasan, dan semangat juang yang akan menjadi bekal mereka di masa depan.

Memastikan Ujian Berjalan Tertib dan Disiplin

Usai penyampaian amanat, apel ditutup dengan do’a. Seluruh santri kemudian memasuki ruang ujian masing-masing secara tertib dan teratur untuk mengikuti ujian perdana Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026. Setelah para santri menempati ruang ujian, K. M. Rizqy Nawwari, M.A. bersama jajaran pimpinan pondok melakukan inspeksi ke sejumlah ruang ujian. Melalui inspeksi tersebut, jajaran pimpinan pondok memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan tertib, disiplin, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan mulainya Ujian Tahriri Semester Genap ini, para santri menjalani harus proses evaluasi dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas ilmu, akhlak, dan kedisiplinan.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp